adetia & eka intan N.F

Tugas Akhir Adetia & Eka

Jumat, 30 November 2012

Pahlawanku Ibu



           Ibu adalah pahlawan bagi anak-anaknya. Pahlawan dengan segala pengorbanannya. Tidak aneh kiranya jika anak-anak saling membanggakan kedua orang tuanya terutama ibunya masing-masing. Karenanya Nabi Muhammad Saw, seorang piatu sejak lahir begitu mengistimewakan seorang ibu, seperti dalam salah satu hadits, “Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak aku pergauli dengan baik?” Rasulullah menjawab,”Ibumu.” Orang itu bertanya lagi: “Kemudian siapa lagi?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ibumu.” Orang itu mengulangi pertanyaannya: “Kemudian siapa lagi?” Nabi pun kembali mengulangi jawabanya: “Ibumu.” Iapun kemudian mengulangi pertanyaanya untuk yang ke empat kalinya: “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab: “Bapakmu.” (HR Bukhari Muslim).
Kecintaan seorang ibu tidak luntur manakala melihat anak-anaknya beranjak dewasa. Memulai hidup baru dengan pasangannya. Walaupun dimakan usia, memori seorang ibu sangat terjaga. Seorang ibu selalu ingat bagaimana kedua tangan yang senantiasa memandikan anak-anaknya dikala pagi dan petang. Matanya yang selalu terjaga ketika panas dan demam mendera anak-anaknya. Menceritakan kisah epik kepahlawanan yang entah berapa kali ia bacakan sebagai pengantar tidur dipengujung malam.
Nilai-nilai kepahlawanan seperti itulah yang dapat dengan mudah kita temukan di rumah. Nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan dan kejujuran. Dengan segala upaya terbaik yang telah dilakukan oleh seorang ibu tentunya kita tidak mau menjadi anak-anak yang zhalim kepadanya. Kita semua berharap terhindar dari kesulitan-kesulitan karena secuil kesalahan yang kita lakukan terhadap ibu kita sendiri. Seperti disebutkan dalam sebuah kisah, bagaimana seorang sahabat yang bernama al-Qomah mengalami kesulitan ketika sakaratul maut. Al-Qomah menghadapi masalah besar, seolah Malaikat mempermainkan nyawanya. Atas kejadian itu, Nabi Muhammad Saw kemudian memanggil ibunya agar ia mau datang menemui dan memaafkan kesalahan yang dilakukan al-Qomah. Setelah sang ibu menemui dan memaafkan, maka lancarlah kematian al-Qomah.
Tanpa kita sadari, seorang ibu sebenarnya sedang mempersiapkan kita semua untuk menjadi penerusnya. Menjadi pahlawan bagi anak-anak kita kelak. Tidak ada kata terlambat untuk memulai kebaikan dan cita-cita besar itu. Menjadi pahlawan yang akan selalu dikenang. Mulailah dengan memohon maaf atas segala kesalahan kepada kedua orang tua kita, selanjutnya adalah menjaga agar ibu tetap selalu tersenyum.

Ibu ku Pembohong


 
Sahabatku, ketahuilah bahwa seorang ibu dalam hidupnya selalu membuat kebohongan-kebohongan, diantaranya adalah;
1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, “Cepatlah makan, Ibu tidak lapar.”
2. Waktu makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, “Ibu tidak suka daging, makanlah, Nak..”
3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, Ia berkata,
“Istirahatlah Nak, Ibu masih belum ngantuk..”
4. Saat anaknya sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, “Simpanlah untuk keperluanmu Nak, Ibu masih punya uang.”
5. Saat anak sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, “Rumah tua kita sangat nyaman, Ibu tidak terbiasa tinggal di sana.”
Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya menangis, tetapi Ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, “Jangan menangis, Ibu tidak apa apa.\” Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat seorang Ibu.”
Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, mama slalu menganggap kita anak kecilnya. Ia selalu mengkhawatirkan diri kita tetapi tidak pernah sedikitpun membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.
Semoga semua anak di dunia ini bisa menghargai setiap kebohongan seorang Ibu, karena Beliaulah malaikat nyata yang dikirim TUHAN untuk menjaga kita
Berbahagialah kalian sahabatku yang memiliki Ibu, dan bahagiakanlah Ibumu selagi sempat sebelum semuanya terlambat

http://aguskusuma.blogdetik.com/

Renungan seorang anak


Mari kita renungkan bersama..

Kenanglah IBU yang menyayangi kita,
untuk IBU yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi...
Ingatkah kita ketika IBU rela tidur tanpa selimut demi melihat kita tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuh kita...

Ingatkah kita ketika jemari IBU mengusap lembut kepala kita??
dan ingatkah kita ketika airmata menetes dari mata IBU kita,
Ketika melihat kita terbaring sakit..

Sesekali jenguklah IBU kita yang selalu menantikan kepulangan kita di rumah tempat kita dilahirkan..
Kembalilah minta maaf pada IBU yang selalu rindu akan senyum kita..

Jangan biarkan kita kehilangan saat-saat yang akan kita rindukan di masa datang ketika IBU telah tiada...

Tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut kita.
Tak ada lagi senyum indah..tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya..
Yang ada hanyalah baju yang tergantung di lemari kamarnya..

Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akan kita disetiap hembusan nafasnya.
Kembalilah segera....
Peluklah IBU yang selalu menyayangi kita..
Ciumlah kaki IBU..
Yang selalu merindukan kita.
Dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya...



dan jika ibu mu sudah di surga,

Kenanglah semua cinta & kasih sayangnya... berdoalah agar dia tersenyum di surga sana...
IBU...
Maafkan aku...
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas...

Wahai sobat yang berbakti berikanlah yang terbaik buat IBU mu..
Baik atau buruk,cantik atau jelek..
Ia tetap IBU kita..
Sukses buat kita semua..


http://orangtua-kita.blogspot.com  

Inspirasiku

Ibu?? Siapa yang tidak tau akan arti kata “ibu”. My mother is my inspiring women.R.A Kartini juga merupakan ibu bagi anaknya,ibu bagi kita semua,dan ibu yang dulunya memperjuangkan emansipasi wanita.Walaupun belum pernah sekalipun aku bertatap muka dengan R.A Kartini,tapi perjuangannya masih sangat terasa sekarang.Dan pada masa sekarang,siapakah Kartiniku??Ya…jawabannya dia adalah wanita biasa, bukan seorang artis terkenal,bukan sesosok penulis ternama,bukan penyanyi dengan suara merdu,tapi dialah ibuku, sosok yang “Luar Biasa”,sosok yang kemuliaanya tidak terbatas,sosok yang sayang dan cintanya yang luar biasa,sosok yang tidak pernah mengeluh akan pengorbanannya,dan sosok yang dalam kenyataannya sama seperti buku karangan R.A Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”,itu juga yang ibu berikan padaku,gelap di dalam kandungan,dilahirkannya aku ke dunia yang terang ini dengan penuh perjuangan mempertaruhkan hidupnya.Dari aku pertama kali membuka mata sampai sekarang rasanya tak pernah mendengar ibu mengeluh dalam merawatku,mungkin kalaupun mengeluh itu hanya di dalam hatinya,tak pernah sekalipun ditunjukkan rasa lelahnya mengurusku sampai aku besar sekarang,tidur tak leluasa beliau jalani,makan tak enak beliau rela asal anak-anaknya bisa makan dengan kenyang.Saat aku masih kecil,dengan sabarnya beliau mengajariku mengeja huruf A-Z sampai aku bisa menulis,dan aku masih ingat waktu TK dulu,tulisan pertama yang kutulis adalah “ibu”.Subhanallah…Beliau adalah wanita teladan bagiku,dalam melayani ayah beliau sangat sabar.Kelak jika aku sudah berkeluarga aku ingin menjadi seperti ibuku,sosok wanita yang taat pada suami,sayang kepada anak-anaknya.
Aku sangat takut kehilangan ibu,entah harus dengan bahasa apa aku mengungkapkan sayang ini untuk ibu.Apalagi kalau dulu ingat suatu kejadian yang ibu alami,ibu sakit keras,saat itu aku masih kelas 6 SD,dengan wajah yang sudah pucat sekali beliau di depan mataku,dan aku hanya bisa menangis melihatnya.Aku sungguh takut kehilangan ibu.Tp alhamdulillah ibu akhirnya bisa sehat kembali sampai sekarang.ibu sehat bukan karena apa-apa,tapi karena semangatnya muncul kembali setelah melihat anak-anaknya menangis terisak-isak di depannya,sungguh semangat yang luar biasa hebat.Tak ada yang membuatnya semangat kecuali rasa sayangnya kepada anak-anaknya.Beliau berperan melawan sakitnya hanya karena anak-anaknya.Subhanallah…sungguh Maha Suci Engkau menciptakan wanita semulia ibu…
i love u ibu,mungkin tak cukup hanya dengan tulisan ini aku mengungkapkan rasa sayang ku untuk ibu.Aku hanya bisa menyelipkan doa di setiap sujudku untuk ibu dan keluarga.Dan aku ingin membuat ibu bangga kepada putrimu ini…
Tunggu aku ya ibu,akhir bulan ini aku akan pulang.Salam rindu dari anandamu ini.
Untuk para pembaca,semoga sedikit goresan di atas bisa membuat kita sadar akan betapa sayangnya kita kepada ibu kita,dan semoga kita bisa membahagiakan ibu kita selagi kita masih punya kesempatan..